![]() |
| Jubir Gugus Tugas Penanganan covid-19 Kaltara, Agust Suwandy. |
Daerah berstatus transmisi lokal penyebaran covid-19 atau Virus Corona, di Kalimantan Utara (Kaltara), berpeluang bertambah.
Apalagi pasca ditemukannya kasus baru, yang ditularkan oleh orang pertama (generasi pertama) kepada orang lain (generasi kedua) secara lokal.
Kasus baru yang dimaksud, yakni di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, yang ditularkan oleh orang yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif covid-19.
"Dengan adanya penularan covid-19 secara lokal di Nunukan dan Tarakan, sehingga ini akan jadi bahan laporan ke Kemenkes RI, untuk sebagai bahan penetapan daerah transmisi lokal," kata Agust Suwandy, kepada TribunKaltim.co, Minggu (19/4/2020).
Sebelumnya, Kabupaten Bulungan dan Malinau telah lebih dulu ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal penyebaran covid-19 oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara tersebut, meminta warga lebih waspada terhadap penyebaran covid-19.
Utamanya tetap menaati anjuran pemerintah terkait pencegahan covid-19.
Ditambahkan Agust Suwandy, hingga saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 sebanyak 124 orang.
Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 314 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 14 orang yang tengah menjalani perawatan.
Sedangkan pasien terkonfirmasi positif covid-19, hingga petang ini berjumlah 69 kasus.
Dari 69 kasus terkonfirmasi covid-19 di Kaltara, pasien yang kini dirawat di rumah sakit sebanyak 66 orang.
Sebanyak dua pasien yang sebelumnya juga positif covid-19, telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, yakni M (69) di Tarakan, dan S (30) di Bulungan.
Sementara pasien covid-19 inisial Z (59), telah meninggal dunia pada 1 April 2020 lalu di Bulungan. (*)
Sumber: Tribunnews.com

0Komentar